PENEMUAN PENTING FORMULA OBAT HERBAL REBUS STROKE  


Penelitian kepustakaan tentang anatomi stroke, penemuan tanaman-tanaman obat potensial dari hasil pengamatan dan pembelajaran terhadap kebiasaan masyarakat (ethno-medicine), penelitian data farmakologi tanaman-tanaman obat, percobaan-percobaan untuk mengetahui efektifitas beragam formula, dan keberhasilan pertama menjadi tonggak sejarah penting dalam pengobatan naturopati organik Indonesia yang berbasis kecerdasan ilmu pengetahuan sejak tahun 2011.

Pencarian solusi penyakit stroke sudah kami mulai sejak 2005. Solusi awal berhasil pada Juni 2011. Ada rentang waktu 5 tahun untuk menemukan solusinya. Penemuan ini sebenarnya merupakan penemuan yang tiba-tiba ketika seorang sahabat minta agar saya dapat menangani stroke kakaknya. Permintaan ini saya sanggupi. Saya menyiapkan ramuan obat herbal rebus yang tersusun dari bahan-bahan yang selama ini saya pergunakan untuk menangani kanker payudara dan penyakit-penyakit genikologi serius lainnya. Dan ternyata formula ini berhasil tercatat sebagai keberhasilan pertama untuk mengatasi sumbatan pembuluh darah otak pada penderita stroke.

Keberhasilan pertama terjadi pada Juni 2011 di Mataram Lombok. Formula obat herbal rebus yang telah memberikan fakta keberhasilan untuk pertama kalinya tersebut, dikemudian hari dimasukkan ke dalam formula ramuan Obat Herbal Stroke Grade B.  Fakta keberhasilan awal ini diceritakan seperti di bawah ini.   


IBU HANI (50 TAHUN), SUMBAWA BESAR - Juni 2011
Waktu memulai perawatan: 2 hari setelah mendapat serangan stroke
Tidak ada diabetes

Pada bulan Juni 2011, Ibu Hani mendapat serangan stroke di Sumbawa Besar. Lalu keluarga membawa Ibu Hani berobat ke Mataram. Ketika Ibu Hani tiba di rumah saudaranya, kami datang sambil membawa satu bungkus ramuan racikan untuk direbus langsung pada malam itu juga. Kondisi Ibu Hani pada waktu itu:

  1. Tidak bisa menggerakkan tangannya sebelah
  2. Bicara dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti
  3. Tidak bisa mandi sendiri
  4. Tidak bisa berjalan sendiri
  5. BAB dan buang air kecil sambil berdiri tidak bisa seperti biasanya

Kondisi-kondisi ini membuat keluarga sangat terpukul. Malam itu juga kami meminumkan tiga gelas air rebusan ramuan dalam interval waktu 2 jam. Malam itu merupakan malam persiapan bagi Ibu Hani untuk mendapat perawatan medik di rumah sakit.  

Pagi hari ke-2: Ibu Hani mulai didengar sudah bisa bicara untuk membangunkan suaminya karena anaknya yang sulung datang dari Sumbawa Besar. Suami Ibu Hani (Bang Meks) tidak percaya apa yang dia dengar sehingga meminta istrinya untuk bicara lagi. Ternyata itu benar, istrinya sudah bisa mulai bicara dengan bahasa yang sangat dapat dimengerti. Kekagetan Bang Meks terus berlanjut dengan:

  1. Ibu Hani sudah mulai bisa mandi sendiri.
  2. BAB dan buang air kecil mulai normal.
  3. Mulai bisa berjalan sendiri tanpa perlu dipapah.

Perubahan-perubahan positif ini membuat Ibu Hani membatalkan rencana perawatannya di rumah sakit.

Perubahan kondisi pada hari ke-2 seperti dilaporkan oleh Bang Meks (suaminya) kepada kami, membuat kami mengingat kembali kejadian malam hari pada hari pertama perawatan. 20 menit setelah minum ramuan gelas pertama, sepertinya kami sudah melihat beberapa tanda-tanda perubahan dalam bentuk gerakan tangan dan mulut, tetapi karena kami tidak pernah berhasil dalam pengobatan stroke sebelumnya, maka tanda-tanda perubahan tersebut tidak kami catat.

Pada hari ke-3: kondisi Ibu Hani sudah semakin membaik. Pada hari keempat Bang Meks membawa istrinya jalan-jalan dengan sepeda motor ke Mataram Mall. Pada hari kelima, Ibu Hani pulang kembali ke Sumbawa Besar sambil membawa paket ramuan racikan untuk dikonsumsi selama 30 hari berturut-turut. Di Sumbawa Besar Ibu Hani mendapat sambutan besar dari keluarga dan tetangganya sambil memberikan ucapan selamat dan do’a atas proses pemulihan kesehatan Ibu Hani.

Setelah perawatan 45 hari berakhir:  Ibu Hani tidak pernah lagi melakukan perawatan rutin stroke kecuali pemulihan infeksi saluran kencing dan asam urat yang dilakukan pada bulan November 2011.

Sampai sekarang Ibu Hani tetap hidup normal dengan kondisi salah satu tangannya yang tidak lagi dapat bergerak sempurna seperti semula karena sel-sel syaraf yang mengatur pergerakan tangannya telah mengalami kematian total (Zona Kematian) pasca mendapat serangan stroke. Sedangkan syaraf-syaraf lainnya yang mengatur pergerakan bagian-bagian tubuh yang lain dapat hidup kembali (Zona Penumbra). 

 

RAGAM FORMULA OBAT HERBAL REBUS STROKE

Dalam perkembangan selanjutnya formula awal ini telah mengalami perbaikan-perbaikan dan meraih keberhasilan-keberhasilan sehingga sampai hari ini Rass & Spanaturo menggunakan:

  • Formula grade A dan B untuk perempuan stroke sumbatan.
  • Formula grade A dan B untuk laki-laki stroke sumbatan.
  • Formula grade C untuk perempuan maupun laki-laki stroke sumbatan yang juga dapat digunakan sebagai teh herbal rebus untuk pemeliharaan rutin pembuluh darah otak dan syaraf otak pasca mendapat serangan stroke.  

Kondisi stroke dan komplikasi penyakit akan menentukan grade formula yang akan digunakan apakah akan menggunakan grade A atau grade B. Sedangkan grade C merupakan obat herbal rebus biasa yang sudah tersedia dalam kemasan NagaVit Label Biru, tanpa perlu melakukan pendalaman terhadap data-data medis.  

Catatan-catatan yang Rass & Spanaturo buat terhadap ribuan pasien penderita stroke sumbatan dari Juni 2011 sampai Desember 2016 memberikan fakta nyata bahwa penyumbatan pembuluh darah di leher dan otak pada penderita stroke sumbatan dapat dibuka dalam waktu 1 (satu) jam setelah mengkonsumsi air rebusan obat herbal rebus stroke grade A dan B  sebanyak 220 ml (tercepat 6 menit, terlama 45 menit).

Obat herbal rebus stroke grade C (setelah dilakukan perubahan pada tata cara perebusan, tata cara minum dan dosis) difokuskan penggunaanya pada:

  • Pencegahan serangan stroke susulan.
  • Bagian dari terapi pemulihan pasca stroke  untuk jangka waktu tertentu sebagai gabungan dari penggunaan grade A atau grade B.
  • Penggunaan sebagai obat herbal rebus awal, atau sebagai percobaan jika belum siap untuk menggunakan grade A atau grade B.
  • Konsumsi rutin teh sehat untuk kesehatan pembuluh darah otak pada penderita stroke maupun non penderita stroke.

Baca langsung testimoni yang ditulis oleh Bang Meks tentang Istrinya Ibu Hani berikut ini.  Dan ini merupakan keberhasilan awal dalam penanganan stroke sumbatan.

Terimakasih Pak Berry Sabaruddin

15 Juli 2011

Penggantian direktur RSUD Sumbawa belum lama ini dari dr.AA Kosala Putra kepada Drs.Haji Rasyidi, ternyata tidak membawa perubahan yang signifikan terutama soal pelayanan yang banyak dikeluhkan masarakat Sumbawa selama ini. Bobroknya pelayanan semasa dipimpin dr.AA Kosala Putra membuat anggota komisi III DPRD Sumbawa membuat rekomendasi kepada Bupati Sumbawa agar Kosala dicopot dari jabatan nya dan diganti dengan orang lain. Rekomendasi itu langsung ditanggapi Bupati Sumbawa dengan menempatkan Haji Rasyidi salah seorang asisten Sekda Sumbawa menggantikan dr. Kosala. Penggantian itu tentu dimaksudkan agar pelayanan di RSUD itu bisa lebih baik seperti yang diharapkan masarakat.

Namun apa yang menjadi harapan termasuk keinginan para wakil rakyat agar pelayanan di RSUD lebih prima ternyata tidak membuahkan hasil, bahkan kebobrokan itu semakin parah dari hari kehari. Sekelompok masarakat bahkan menduga adanya mafia obat yang melibatkan para dokter dan para medis di rumah sakit milik Pemkab Sumbawa itu. Dugaan itu diperkuat oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbawa Haji Nurdin Marjuni SH yang selalu mendapat laporan dari masarakat. Menurut Nurdin, indikasi kearah itu sangat jelas misalnya para pasien diberikan resep obat yang melebihi kebutuhan pasien. Kelebihan obat yang dibelikan pasienpun tidak pernah dikembalikan, semua diambil oleh para perawat. Untuk itu Nurdin meminta instansi terkait untuk menyelidiki dugaan ini. “ Kami akan mengawasinya setiap hari “: ujar Nurdin.

Tidak berhenti soal mafia obat, para petugas di RSUD pun dikenal kurang ramah terhadap pasiennya apalagi pasien itu datang dari kalangan tidak mampu. Sebuah cerita kami peroleh dari Ibu Fatimah 43 th asal Labuhan Sumbawa. Dia mengaku sangat kecewa dengan pelayanan petugas di RSUD Sumbawa. Hari itu dia dibawa salah seorang putranya ke IGD. Petugas jaga langsung menanyakan apakah yang bersangkutan membawa askes atau pasien umum ? Putra ibu Fatimah menjawab bahwa ibunya membawa surat miskin dari Desa dan RT. Petugas itu, cerita Fatimah ; tidak bertanya lagi. Namun dari raut muka mereka terkesan kurang menerima kehadirannya. Begitu juga dengan dokter jaga yang datang memeriksa Fatimah. “ Ia hanya menanyakan keluhan saya dan saya jawab perut saya sakit sudah dua hari “ ujar Fatimah.

Jawaban dokter itu hampir menghilangkan nafas Fatimah. Dokter itu langsung mengatakan ibu harus dioperasi dan biayanya sekitar sepuluh juta rupiah. Seketika itu juga Fatimah dibawa pulang putranya. “ Namun Allah maha kuasa, sakit saya langsung hilang begitu mendengar saya disuruh operasi “ tutur Fatimah sedikit geli mengingat pengalamannya di IGD RSUD Sumbawa.


Terimakasih Pak Berry Sabaruddin

15 Juli 2011

Ternyata banyak warga yang nyaris menjadi kelinci percobaan bahkan tidak sedikit yang pernah merasakan kurang profesionalnya para dokter di RSUD Sumbawa. Contohnya saya sendiri. Hari itu 5 Juni 2011, isteri saya mendadak tekanan darahnya naik dan langsung saya larikan ke IGD. Tensi darahnya ketika tiba di IGD 220 per 120. Kemudian dokter dan para perawat melakukan tindakan medis. Isteri saya di-infus kemudian diberikan injeksi. Hanya dua jam di IGD isteri saya diperbolehkan pulang karena tekanan darahnya sudah turun ke 190. Resep pun diberikan dengan catatan bahwa obat itu membuat orang tertidur. Saya pun menurut apa yang dilakukan dokter dan para medis hari itu, karena saya memang bukan ahli dibidang kesehatan.

Malam harinya isteri saya tertidur  pulas hingga menjelang tengah malam dia bangun dan mengeluh seperti kelelahan disertai keringat dari sekujur tubuhnya. Saya mencoba menghibur dengan kata-kata itu adalah pengaruh obat. Tidurlah kata saya.

Namun ketika saya bangun hendak sholat subuh, suara isteri saya berubah.  Lidahnya seperti terkunci dan bicara pun tidak jelas. Saya kaget..dan langsung memeluknya. Saya semakin panik, manakala isteri saya mengatakan tangan kanan saya nggak bisa bergerak. Tanganya lemas seperti tak bertulang. Pagi itu saya mencoba untuk mengklaim ke IGD namun dokter dan para medis disana mengatakan bahwa itu pengaruh obat. Saya pun mencoba sabar dan pulang menyusul isteri saya dirumah.  Siang harinya saya putuskan membawanya ke Mataram untuk dirawat di Bio Medika. Adik ipar saya langsung mendaftar ke dokter spesialis saraf dan mendapat giliran jam 10 malam. Saya tiba hari itu jam 06.00 sore.

Selepas sholat magrib ketika saya dan isteri bersiap-siap ke spesialis saraf, tiba-tiba datang seorang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Dia adalah Pak Sabaruddin asal Sumbawa yang sudah lama tinggal di Mataram. Kedatangan pak Sabar (begitu saya memanggilnya) ke rumah adik ipar saya itu karena dia ditelpun oleh salah seorang keluarga. Dia ternyata ahli dibidang herbal. Dia membawa tiga bungkus ramuan tradisional dan langsung meminta untuk direbus. Satu bungkus dicampur 10 gelas air hingga menjadi 5 glas. Lalu disaring, didinginkan kemudian diminum 5 kali. Ketika pertama kali diminum, isteri saya merasakan sesuatu yang lain dari jam-jam sebelum kami tiba di Mataram. Malam itu pun batal ke dokter. 5 glas air ramuan itu pun habis diminum isteri saya.

Jam 04.00 subuh saya sangat kaget ketika isteri saya membangunkan. “ Kak..buka pintu halaman..itu anaknya datang “  Saya langsung menyalakan lampu kamar dan langsung bertanya dan melihat kondisi isteri saya. “ Apa tidak salah dengar, apa kamu yang bicara tadi “ kata saya. Isteri saya langsung menjawab..ia..itu anak nya datang, tolong bukakan pintu. Sambil berlalu membukakan pintu karena anak saya dan isterinya baru tiba dari Sumbawa menyusul kami ke Mataram saya sempat menangis sembari mensyukuri rahmat dan nikmat Allah SWT. Siapa yang tidak menangis, ketika malam menjelang tidur isteri saya masih sulit bicara namun tiba-tiba subuhnya sudah bisa bicara.

Hari kedua kami di Mataram, perubahan drastis terjadi lagi. Selain mulai lancar bicara berjalan pun semakin mudah walau masih dipapah dan begitu seterusnya hingga kami pulang dari Mataram. Sekarang bicaranya sudah mulai normal, begitu pula dengan kakinya sudah normal. Tangannya pun sudah kembali normal, sudah bisa digerakkan keatas bawah, walau belum bisa memegang sesuatu. Ramuan yang diberikan pak Sabaruddin masih dikonsumsi sampai hari ini. Ramuan itu diberikan untuk satu setengah bulan. Mudah-mudahan isteri saya kembali normal seperti semula.

Pak Sabaruddin yang telah mengobati isteri saya adalah putra asli Sumbawa asal Semongkat Kecamatan Batu Lanteh, namun ia sudah lama merantau dinegeri orang seperti Sulawesi, Kalimantan dan terakhir sekarang di Mataram. Pak Sabar ini juga dikenal dengan panggilan Berry Sabaruddin. Alhamdulillah..bahwa pak Sabar ini juga bisa mengobati Kanker Payudara, Gagal Ginjal (Cuci Darah) Tumor dan banyak lagi penyakit-penyakit kronis yang tidak bisa ditangani secara medis akut. Saya akan merasa mendapat pahala jika bisa membantu siapa saja yang ingin berobat ke pak Sabar. Yang berminat silahkan kontak saya ke < 091353527949 > < 081909034491>

Terimakasih pak Sabar..semoga selalu diberkahi dan dirahmati Allah SWT.

https://bangmek.wordpress.com/2011/07/15/terimakasih-pak-berry-sabaruddin/

 

DISCLAIMER

Artikel tentang stroke dan penyakit berasal dari sumber-sumber terpercaya yang ditulis oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu kedokteran, dan artikel ini ditunjukkan sebagai bacaan saja. Sedangkan metode penyembuhan penyakit merupakan metode yang dibangun dan dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan didukung oleh adanya fakta-fakta kesembuhan (evidences). Metode ini hanya berfungsi sebagai bahan pertimbangan atau opsi untuk pemulihan kesehatan dari stroke dan penyakit, Tidak untuk dipertentangkan atau dibenturkan dengan sistem pelayanan kesehatan Indonesia dibawah dominasi kedokteran medik allopati bersama dokter-dokter medik.   

Konsultasi: Silahkan hubungi Spanaturo