PENYEMBUHAN SYARAF KAKI MATI RASA

Mati rasa dan kaki-kaki terasa kebas dan tertusuk jarum merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kita hadapi bersama. Kondisi ini terjadi akibat syaraf-syaraf di kaki kehilangan kemampuan sensivitas akibat adanya:

  1. Penyempitan pembuluh darah
  2. Penyumbatan pembuluh darah
  3. Darah beku di dalam pembuluh darah
  4. Darah kental
  5. Perdangan pembuluh darah tingkat tinggi baik yang terjadi secara sendirinya atau effek dari penyakit-penyakit  dan pengobatan medikasi terhadap penyakit-penyakit tertsebut.

KAKI MATI RASA DAN DIABETES

Jika diserang oleh mati rasa di kaki terutama telapak kaki terasa seperti terstusuk jarum, biasanya penderita diabetes langsung beranggapan dengan menggunakan suggestinya bahwa mati rasa itu berasal dari gula darahnya yang tinggi seperti yang pernah dialami oleh seorang anggauta Polisi di Mataram (2017) dan seorang wartawan di Lombok Utara (2017). Dengan beranggapan seperti itu maka penderita diabetes akan fokus pada upaya penurunan gula darah secara tidak bijaksana, padahal setelah gula darah itu turun, mati rasa di kakinya tidak juga bisa sembuh. Lalu mengapa tidak bisa sembuh?

Mari Kita Analisa Bersama

Dalam kasus anggauta polisi di atas, mati rasa di kakinya terjadi akibat:

  • Kekurangan pasokan nutrisi mikro dan nutrisi makro karena dia hanya makan 1 kali sehari.
  • Sumber energi yang masuk tidak seimbang dengan energi yang keluar sehingga otot-otot tubuhnya habis dirubah menjadi energi untuk bekerja.
  • Terjadi kemiskinan sumber energi pada seluruh sel-sel tubuhnya sehingga inti sel-sel tubuhnya tidak dapat memproduksi energi.
  • Terjadi penyumbatan pembuluh darah di kedua kaki.
  • Terjadi pembekuan darah di kedua kaki.
  • Terjadi peradangan pembuluh darah akibat peredaran insulin sintetis yang tinggi di dalam pembuluh darah.
  • Terjadi gangguan pada syaraf pusat di otak akibat konsumsi obat tidur untuk mengatasi insomnia.
  • Peredaran darah dan oksigen ke kedua kaki sangat berkurang akibat detakan jantung yang melemah dari gangguan lambung.
  • Gangguan pada fungsi ginjal akibat penggunaan obat-obatan penghilang rasa nyeri.  

Dalam kasus seorang wartawan di Lombok Utara, mati rasa di kakinya terjadi akibat:

  • Peredaran darah yang tidak lancar di kedua kaki.
  • Cairan asam urat yang cukup tinggi.
  • Faktor kecelakaan tulang kaki yang pernah dialaminya beberapa tahun yang lalu.
  • Pembentukan asam kristal asam urat pada persendian di lutut, tumit dan jari-jari kakinya.
  • Kelemahan andrenalin akibat over konsumsi protein sintetis ketika masih aktif menjadi penggemar Body Building di masa mudanya.

SOLUSI PENYEMBUHAN

Solusi penyembuhan dibedakan menjadi dua, yaitu penyembuhan pada penderita mati rasa di kaki pada non diabetes dan pada penderita diabetes. Penyembuhan pada penderita non diabetes menggunakan:

  1. Pola makan minum sehat.
  2. Obat herbal rebus NagaVit Biasa Label Hitam.  
  3. Ramuan madu enzim sari apel.

Kombinasi ketiga cara tersebut di atas terbukti dapat mengatasi mati rasa akibat gangguan syaraf-syaraf tepi di kaki yang kehilangan kemampuan kerjanya.

Penyembuhan kaki mati rasa pada pengidap diabetes merupakan program pemulihan terpadu dalam bentuk:

  1. Pembentukan pemahaman baru tentang diabetes dari perspektif ilmu kedokteran yang berorientasi kepada penyembuhan diabetes.  Pemahaman ini selanjutnya diikuti dengan baik untuk penyembuhan jangka panjang.
  2. Mengikuti panduan makanan minuman sehat untuk penderita diabetes.
  3. Menghentikan semua jenis intervensi pengobatan medikasi medis.
  4. Mengganti obat medis dengan obat organik terpadu yang tidak hanya untuk diabetes tetapi juga untuk mengatasi mati rasa di kaki.
  5. Mengikuti panduan pola hidup sehat.
  6. Mengkonsumsi secara rutin ramuan madu enzim sari apel.

Mati rasa di kaki pada kedua kasus di atas dapat diatasi dengan baik.

OBAT HERBAL REBUS MATI RASA  (Grade C)

Ramuan berasal dari ramuan NagaVit Label Biru setelah mengalami perubahan dosis, tata cara perebusan dan tata cara minum.

Komposisi Utama:

  • Kayu kuku naga (Uncaria tomentosa)
  • Kayu mea (Hiptage benghalinsis)
  • Kayu ksela (Entada scandens)
  • Kayu sepang (Caesalpinia sappan)
  • Temulawak putih (Curcuma zedoaria)
  • Lengkuwas (Alpinia galanga)

Berat bersih: 140 gram  (setara 280 kapsul obat herbal biasa)

Bagian-bagian tertentu yang dipakai dari bahan-bahan tersebut dengan dosis yang tepat membuat NagaVit Label Hitam dapat dipergunakan.   

TATA CARA KONSUMSI

Di dalam tiap-tiap 1 bungkus besar terdapat 4 bungkus kecil. 4 bungkus kecil untuk dikonsumsi 2 hari.

Hari 1: Rebus 4 bungkus kecil sesuai petunjuk. Simpan ampasnya.

Hari 2: Rebus ampasnya sesuai petunjuk.

Persiapan Perebusan: 

  • Gunakan gelas ukuran 220 ml untuk menakar air untuk merebus. Bisa gunakan gelas plastik air minum mineral atau cangkir teh.
  • Jangan gunakan panci alumunium, besi atau tembaga untuk merebus.
  • Jangan simpan air rebusan di dalam lemari pendingin.

HARI 1:

Masukkan 4 bungkus kecil ramuan ke dalam panci, tuangkan air 10 (sepuluh) gelas, lalu rebus dengan api secukupnya hingga air rebusan tersisa kira-kira 3 (tiga) gelas. Dinginkan dan minum 3x sehari: pagi, siang, dan sore atau malam masing-masing satu gelas. Saring air ramuan dengan saringan teh, minum ramuan beberapa saat setelah makan. Jangan minum ramuan dalam kondisi perut kosong sama sekali. Simpan ampas ramuan di dalam kulkas atau diangin-anginkan karena akan direbus lagi pada hari berikutnya.

HARI 2:

Rebus ampasanya dengan cara yang sama dan minum dengan cara yang sama.  Buang ampasnya karena sudah tidak dapat direbus lagi. Cuci ampasnya sebelum direbus.

PAKET PEMBELIAN  

Ramuan ini dibuat dalam bentuk paket. Satu paket terdiri dari 5 bungkus untuk dikonsumsi selama 10 hari berturut-turut. Dan 1 botol ramuan Madu Enzim Sari Apel untuk diminum secara bersama-sama.

Ramuan NagaVit Exclusif Grade A


DISCLAIMER

Artikel tentang stroke dan penyakit berasal dari sumber-sumber terpercaya yang ditulis oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu kedokteran, dan artikel ini ditunjukkan sebagai bacaan saja. Sedangkan metode penyembuhan penyakit merupakan metode yang dibangun dan dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan didukung oleh adanya fakta-fakta kesembuhan (evidences). Metode ini hanya berfungsi sebagai bahan pertimbangan atau opsi untuk pemulihan kesehatan dari stroke dan penyakit, Tidak untuk dipertentangkan atau dibenturkan dengan sistem pelayanan kesehatan Indonesia dibawah dominasi kedokteran medik allopati bersama dokter-dokter medik.   

Konsultasi: Silahkan hubungi Spanaturo